PENGELOLAAN KEUANGAN RUMAH TANGGA PEDESAAN Bagian 3

Bagian 3.

PERENCANAAN KEUANGAN

RUMAH TANGGA


Mengapa Rencana Keuangan Rumah Tangga Penting?

Rumah tangga dapat diibaratkan sebagai perusahaan.Pemimpin rumah tangga dapat dimisalkan sebagai pemimpin perusahaan. Kedua orang tua dalam suatu rumah tangga adalah para pemimpin yang menjadi pengambil kebijakan utama dalam perusahaan tersebut. 
Masa depan kondisi keuangan sebuah rumah tangga sangat tergantung pada pemimpinnya dalam pengambilan keputusan keuangan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Oleh karena itu, untuk menata keuangan rumah tangga di masa depan, sangat ditentukan oleh kemampuan orang tua dalam menyusun rencana keuangan rumah tangga di masa sekarang.
Sebagaima halnya dengan perusahaan, kondisi keuangan rumah tangga dalam sepanjang kehidupannya tidak boleh berada dalam posisi negatif, atau saldo keuangan sepanjang waktu harus lebih besar dari NOL. Disinilah perlunya kemampuan bagi para orang tua untuk menyusun strategi terbaik pengelolaan keuangannya, dengan cara membuat perencanaan keuangan.
        

Membuat rencana keuangan rumah tangga dalam jangka waktu pendek, menengah dan panjang biasanya sulit untuk memulainya. Banyak orang mengatakan demikian. Namun demikian rencana keuangan rumah tangga mau tidak mau harus dibuat, karena rencana kebutuhan masa depan tidak pernah dapat kita perkirakan. Di sisi lain, mwmbuat rencana keuangan rumah tangga akan membuat kita terdidik untuk selalu disiplin terhadap penggunaan sumberdaya keuangan yang kita peroleh setiap saat. Jadi, intinya adalah, perencanaan keuangan rumah tangga adalah upaya untuk mempersiapkan resiko keuangan di masa depan.
Resiko-resiko apakah yang kemungkinan terjadi di masa depan?
Kehidupan masyarakat pedesaan biasanya menghadapi resiko sebagai berikut:
1.    Resiko gagal panen:Contoh: kalau di Desa, secara kebetulan pada musim tahun ini (2013, pen) usahatani mangga dihadapkan pada gagal panen akibat hama, penyakit dan serangan angin kencang. Resiko seperti inilah yang harus selalu kita persiapkan untuk menghadapinya.
2.    Resiko dan ketidakpastian yang diakibatkan oleh berkurangnya daya tahan kesehatan tubuh atau keterbatasan usia.
3.    Resiko karena adanya pernikahan, atau hajatan lain
4.    Resiko karena perubahan kebijakan pemerintah yang menyebabkan berkurangnya nilai tukar rupiah.
5.    Resiko karena bencana alam yang mengakibatkan kerusahan pada harta benda kita.

Bagaimana Cara Membuat Perencanaan Keuangan Rumah Tangga?

Kalau pertanyaan ini kita tanyakan kepada seorang konsultan perencana keuangan rumah tangga, maka jawaban yang kita dapat adalah: Ikuti saja seminar saya, biayanya murah kok Cuma 250 ribu Nah, jawaban itu kita dapatkan karena itulah bisnis seorang konsultan keuangan. Lalu kalau pertanyaan itu kita tanyakan pada seorang agen asuransi, maka jawabannya adalah: Oh itu gampang, beli saja asuransi saya, dijamin beres deh. Ini juga bisnisnya mereka. Jadi kita biarkan saja.
Lalu bagaimanakah caranya?
Inti perencanaan keuangan rumah tangga bukanlah terletak pada kehadiran kita di seminar yang mahal atau membeli produk asuransi. Intinya adalah menyusun daftar penerimaan, pembelian dan tabungan untuk jangka pendek, menengah dan jangka panjang

Seperti yang sudah dikemukakan di atas, perencanaan keuangan rumah tangga adalah kebijakan dan keputusan masa kini untuk menyongsong masa depan. Jadi prinsipnya adalah menyusun anggaran secara disiplin berdasarkan periode waktu yang kita tentukan sendiri. Kemudian dalam perjalanan waktu kita secara teguh menggunakan uang seperti yang sudah direncanakan.
Gunakanlah uang hanya untuk memenuhi kebutuhan!!! Bukan untuk memenuhi keinginan dan hawa nafsu!!!

Marilah Kita Mulai Dengan Membuat Daftar
Daftar apa yang harus kita buat? Namanya juga perencanaan, ya sudah pasti kita harus membuat daftar rencana. Rencana apa sajakah yang harus dibuat? Di bawah ini ada beberapa daftar rencana yang harus dibuat oleh rumah tangga:
1.    Daftar rencana kebutuhan khusus jangka panjang
2.    Daftar rencana penerimaan rumah tangga bulanan dalam satu tahun
3.    Daftar rencana pengeluaran dan penerimaan bulanan rumah tangga dalam satu tahun

Dari ketiga jenis daftar tersebut kita mulai perencanaan keuangan rumah tangga. 

1.   Daftar rencana kebutuhan khusus jangka panjang

Mengapa kita harus membuat daftar rencana kebutuhan khusus jangka panjang? Karena kebutuhan khusus sebaiknya ditempatkan dalam jangka panjang, misalnya 10 tahun atau 20 tahun ke depan. Kebutuhan khusus ini merupakan kebutuhan yang sangat penting, sehingga diperlakukan khusus dalam pengelolaan keuangan rumah tangga. Dalam daftar kebutuhan khusus jangka panjang tidak perlu dicantumkan nilai dan ukuran uang yang akan digunakan. Cukup mencantumkan jenis kebutuhan dan rencana waktu penggunaannya.
Apa saja yang sebaiknya ditempatkan dalam jangka panjang? Mari kita buat daftarnya:
Tabel: Daftar Kebutuhan Khusus Jangka Panjang
No.
Jenis Kebutuhan
Rencana Pemenuhan
Tahun Ke
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
1
Sunatan Anak ke 4
Tahun ke 1
x



















2
Nikah Anak ke 1
Tahun ke 1
x


















3
Nikah Anak ke 2
Tahun ke 3

x

















4
Perluasan lahan usaha
Tahun 4,9,15



x




x





x





5
Nikah Anak ke 3
Tahun ke 6





x














6
Naik Haji
Tahun ke 7






x













7
Renovasi rumah
Tahun ke 8,16







x







x




9
Pembelian mobil baru
Tahun ke 5




x






x






x

10
Pembukaan usaha baru
Tahun ke 10,11&1920









x
x







x
x

Perlu perhatian Khusus

Prioritas utama


















Dari tabel di atas, dapat kita lihat ada beberapa kotak yang memiliki warna berbeda. Perbedaan warna menentukan skala prioritas. Pembuatan warna pada tabel yang akan kita buat tergantung selera kita. Misalkan saja kalau dalam tabel di atas warna merah menunjukkan skala prioritas yang akan segera dilakukan pada tahun yang akan datang. Warna kuning menunjukkan perlunya perhatian khusus karena sudah tidak mungkin diubah lagi. Warna hijau merupakan prioritas yang masih dapat dirubah. Dari sini kita mulai dapat menentukan skala prioritas kebutuhan khusus dalam jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.

2.   Daftar rencana penerimaan rumah tangga bulanan dalam satu tahun

Berbeda dengan rencana kebutuhan khusus di atas, rencana penerimaan rumah tangga bulanan dalam satu tahun merupakan sebuah daftar kebutuhan jangka pendek yang harus dipenuhi setiap bulan. Singkatnya dapat disebut sebagai tabel penerimaan bulananBagaimanakah bentuknya? Mari kita lihat tabel di bawah ini (misalnya milik Bapak Acang[2].

Tabel: Rencana Penerimaan Bulanan Tahun 2014 
(x Rp 1000)
No
Sumber Penerimaan
Jan
Feb
Mar
Apr
Mei
Jun
Jul
Aug
Sep
Okt
Nop
Des
Jumlah
1
Usahatani Mangga Gedong Gincu
5000
0
0
0
0
0
6000
8000
12000
18000
20000
15000
84,000
2
Usahatani Mangga Arumanis
500
0
0
0
0
500
1000
2000
3000
3000
4500
4000
18,500
3
Ternak Domba
0
5000
0
5000
0
5000
0
0
5000
0
0
5000
25,000
4
Usaha Warung sembako
3500
3500
3500
3500
3500
3500
3500
3500
3500
3500
3500
3500
42,000
5
Home Industri Dodol Mangga
4000
4000
0
0
0
4000
4000
4000
4000
4000
4000
4000
48,000
Jumlah
13000
12500
3500
8500
3500
13000
14500
17500
27500
28500
32000
31500
205,500

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa Bapak Acang memiliki lima sumber pendapatan yaitu, usahatani mangga gincu (0,5ha), usahatani mangga arumanis (0,5ha), ternak domba (40 ekor), usaha warung sembako dan industri rumah tangga. 
Masing-masing sumber pendapatan itu memberikan uang dalam jumlah yang berbeda karena skala usahanya berbeda, tahap dan kesempatan perkembangannya berbeda, dan pasarnya berbeda. 
Masing-masing kotak diberi warna berbeda untuk memudahkan perkiraan bulan mana saja yang memungkinkan perolehan keuangan menurut nilai uangnya. Bulan yang berwarna merah memberi tanda bahwa pada bulan tersebut pendapatan sangat rendah, warna kuning memberi tanda bahwa pendapatan cukup rendah dan warna hijau menunjukkan pendapatan yang cukup baik.
Dari nilai uang yang diperoleh setiap bulan terlihat bahwa pendapatan yang cukup baik diperkirakan akan diperoleh pada bulan September sampai Desember, karena pada bulan-bulan itulah diperkirakan akan terjadi musim panen mangga. Usaha mangga arumanis yang memiliki luasan yang sama dengan mangga gedong gincu memberikan pendapatan yang lebih rendah karena memang harga jual di tingkat petani selalu lebih rendah. Di sisi lain, harga mangga gedong gincu semakin meningkat jika jumlahnya lebih banyak karena merupakan komoditas ekspor.
Dari tabel rencana penerimaan dapat dilihat mengapa tersusun bentuk rencana kebutuhan jangka panjang seperti pada tabel sebelumnya. Artinya rencana penerimaan tidak terlalu besar sehingga pengeluaran dalam jumlah besar harus berada dalam rentang waktu yang cukup panjang. 
Tabel rencana penerimaan di atas merupakan penerimaan kotor yang belum dikurangi oleh biaya-biaya yang timbul dari masing-masing usaha yang dijalani. Sumber pendapatan utama yang nilainya terlihat cukup besar berasal dari usahatani gedong gincu. Untuk melihat penerimaan bersih per bulan, maka harus kita perkirakan biaya yang harus dikeluarkan oleh masing-masing usaha. Sehingga kita akan dapat melihat berapa sebenarnya penerimaan bersih masing-masing bulan untuk semua sumber penerimaan milik Bapak Acang tersebut.
Dari sini kita dapat memperoleh pelajaran, mengapa pembukuan keuangan usaha harus dipisah dari pembukuan keluarga. Tujuannya adalah agar Bapak Acang tidak paciweuh dalam menetapkan penerimaan dan pengeluaran. Artinya adalah, tidak boleh sembarangan menggunakan uang agar biaya operasional usaha tidak diganggu oleh pemenuhan biaya kebutuhan hidup rumah tangga. Di sisi lain juga harus diingat bahwa ada bulan-bulan tertentu yang merupakan musim paceklik.

Dari seluruh hasil usaha yang terdiri dari 5 cabang usaha yang ditekuni oleh Bapak Acang dapat diperoleh uang per bulan selama satu tahununtuk masing-masing jenis usaha seperti terlihat pada uraian berikut:

a.   Usahatani Mangga Gedong Gincu[3]
Tabel di bawah ini memperlihatkan penerimaan bersih usahatani mangga gedong gincu selama setahun.
No
Uraian
Jan
Feb
Mar
Apr
Mei
Jun
Jul
Aug
Sep
Okt
Nop
Des
Jumlah
A
Penerimaan
5000
0
0
0
0
0
6000
8000
12000
18000
20000
15000
84,000
B
Pengeluaran
1.Pupuk
500
500
500
500
2,000
2.ZPT
750
750
750
2,250
3.Obat-obatan
1250
1250
1250
1250
5,000
4.Tenaga Kerja Pemeliharaan
1500
1500
1500
1500
1500
1500
1500
1500
1500
1500
1500
1500
18,000
5.Tenaga Kerja  Panen
500
600
800
1200
1800
2000
1500
8,400
6.Transportasi
300
150
150
150
150
150
400
400
400
400
400
400
3,450
7.PBB lahan usaha
250
250
Jumlah Biaya
2800
2900
2400
2150
2900
1650
3750
3950
3350
4200
5900
3400
39,350
Penerimaan Bersih
2,200
(2,900)
(2,400)
(2,150)
(2,900)
(1,650)
2,250
4,050
8,650
13,800
14,100
11,600
44,650

Dari tabel tersebut dapat dilihat adanya musim panen selama bulan Januari, Juli, Agustus, September, Oktober, Nopember dan Desember. Pada bulan Oktober-Nopember terjadi panen puncak. Selama periode Februari-Juni tidak ada buah yang dipanen, sehingga terjadi pendapatan yang kurang dari nol alias terjadi pendapatan minus. Namun demikan Bapak Acang harus tetap mengeluarkan biaya untuk biaya operasional usahatani mangga, karena kebun mangga tetap harus dipelihara.
Dari usahatani mangga seluas 0.5 hektar, Bapak Acang memperoleh pendapatan bersih sebesar 44,65 juta rupiah setahunnya, cukup besar bukan??? Eit tunggu dulu. Itu pendapatan bersih satu tahun. Jadi pendapatan bersih per bulannya berapa? Kalau dibagi rata selama 12 bulan, maka pendapatan bersih per bulannya adalah 3,72 juta rupiah. Nah itulah Gaji Keluarga Bapak Acang setiap bulan karena biasanya petani tidak pernah memasukkan upahnya sebagai komponen biaya. Hebat yaaa!!!

b.   Usahatani Mangga Arumanis
Selain memiliki usahatani mangga gedong gincu, Bapak Acang juga punya usahatani mangga arumanis. Alasan Bapak Acang adalah, untuk mengantisipasi atau berjaga-jaga kalau harga mangga gedong gincu jatuh. Mari kita lihat pendapatan Bapak Acang dari usahatani mangga arumanis.

No
Uraian
Jan
Feb
Mar
Apr
Mei
Jun
Jul
Aug
Sep
Okt
Nop
Des
Jumlah
A
Penerimaan
500
0
0
0
0
500
1000
2000
3000
3000
4500
4000
18,500
B
Pengeluaran
1.    Pupuk
500
500
500
500
2,000
3.    ZPT
600
      600 
4.    Obat-obatan
500
500
500
500
   2,000 
5.    Tenaga Kerja  Pemeliharaan
300
0
0
0
300
300
300
300
300
300
300
1500
   3,900 
6.    Tenaga Kerja  Panen
100
100
200
500
500
500
500
   2,400 
7.    Transportasi
150
150
150
150
150
150
150
150
150
150
150
150
   1,800 
8.    PBB lahan usaha
250
      250 

Jumlah Biaya
1050
650
150
650
950
450
1650
1150
1200
1450
1450
2150
12,950

Penerimaan Bersih
(550)
(650)
(150)
(650)
(950)
50
(650)
850
1,800
1,550
3,050
1,850
5,550

Dari tabel di atas dapat dilihat pendapatan Bapak Acang dari usahatani mangga arumanis ternyata jauh lebih kecil dari usahatani mangga gedong gincu. Mengapa demikian, karena mangga arumanis harganya lebih murah dari mangga gedong gincu. Di tingkat petani pada musim panen puncak bisa sampai hanya Rp 2000/kg. Bandingkan dengan gedong gincu yang dapat mencapai Rp 28.000 per kg pada musim panen.
Berapa pendapatan bersih per tahunnya? Hanya 5,5 juta rupiah. Bayangkan bekerja satu tahun di lahan yang luasnya 0,5 ha. Petani memang hebat, karena itu kita harus bangga pada petani. Kalau dibagi rata per bulan selama setahun, maka pendapatan bersihnya hanya 463 ribu rupiah. Bulan Januari-Mei dan Juli adalah masa sulit karena terjadi pendapatan negatif alias tidak mencukupi. Bayangkan kalau petani hanya punya satu sumber pendapatan!!! Betapa sulitnya memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari..
Bagaimana mengatasinya??? Pandai memilih jenis komoditas,  memiliki beberapa sumber pendapatan dan menabung adalah salahsatu cara mengatasi permasalahan ini.

c.    Usaha Ternak Domba
Ternak domba yang dimiliki Bapak Acang merupakan sumber pendapatan tambahan yang cukup baik. Dalam satu tahun menghasilkan  15.8 juta rupiah. Kalau dihitung per bulan menghasilkan 1.32 juta rupiah. Lumayan bukan. Tapi jangan lupa jumlah sebesar itu dihasilkan dari 25 ekor induk betina dan 5 ekor jantan. Jadi sebenarnya keuntungannya tidak terlalu besar kalau dimasukkan biaya investasi pembelian induk dan pembuatan kandang.
Sebenarnya keuntungan akan lebih besar kalau pakan tidak dibeli dan tidak menggunakan tenaga kerja dari luar.

No
Uraian
Jan
Feb
Mar
Apr
Mei
Jun
Jul
Aug
Sep
Okt
Nop
Des
Jumlah
A
Penerimaan
0
5000
0
5000
0
5000
0
0
5000
0
0
5000
 25,000 
B
Pengeluaran

1. Pakan
300
300
300
300
300
300
300
300
300
300
300
300
   3,600 
2. Tenaga Kerja 
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
400
   4,800 

3. Obat-obatan
200
200
200
200
      800 

Jumlah Biaya
900
700
700
900
700
700
900
700
700
900
700
700
 9,200 

Penerimaan Bersih
(900)
4,300
(700)
4,100
(700)
4,300
(900)
(700)
4,300
(900)
(700)
4,300
 15,800 

Penjualan tidak dapat dilakukan setiap bulan tetapi pemeliharaan harus setiap bulan. Karena ternak domba baru dapat dijual setelah cukup umurnya. Jadi, Pak Acang harus mengelola ternak dombanya dengan sungguh-sungguh agar semuanya sehat dan menguntungkan...
d.    Usaha Warung Sembako
No
Uraian
Jan
Feb
Mar
Apr
Mei
Jun
Jul
Aug
Sep
Okt
Nop
Des
Jumlah
A
Penerimaan
3500
3500
3500
3500
3500
3500
3500
3500
3500
3500
3500
3500
 42,000 
B
Pengeluaran














1.    Pengadaan Barang
1800
1800
1800
1800
1800
1800
1800
1800
1800
1800
1800
1800
 21,600 

2.    Biaya Transportasi
150
150
150
150
150
150
150
150
150
150
150
150
   1,800 

3. Listrik
25
25
25
25
25
25
25
25
25
25
25
25
      300 

4. Air
10
10
10
10
10
10
10
10
10
10
10
10
      120 

5. Tenaga Kerja
550
550
550
550
550
550
550
550
550
550
550
550
   6,600 

6. PBB









25


        25 

Jumlah Biaya
2535
2535
2535
2535
2535
2535
2535
2535
2535
2560
2535
2535
 30,445 

Penerimaan Bersih
965 
965 
965 
965 
965 
965 
965 
965 
965 
940 
965 
965 
11,555 

Usaha warung sembako memberikan sumber penghasilan bagi Bapak Acang sebesar 11.55juta rupiah per tahun, atau 963 ribu rupiah per bulan. Pendapatan dari warung sembako relatif tetap dan tidak banyak berubah. Hanya saja, karena warung tersebut berada di daerah pedesaan, omzet penjualan per bulannya relative kecil. Sebenarnya jika dikembangkan kawasan desa wisata maka usaha warung tersebut dapat meningkat penjualannya.
e.    Usaha Industri Rumah Tangga Dodol Mangga
Usaha ini dikembangkan oleh Bapak Acang dengan tujuan memanfaatkan buah mangga hasil sortiran yang tidak masuk dalam grade ekspor dan grade lokal. Selain itu memanfaatkan sisa mangga setelah akhir musim panen. Maka dari itu harga bahan bakunya sangat murah. Daripada terbuang percuma, maka digunakan untuk bahan baku dodol. Industri ini berjalan selama musim mangga sampai dua bulan setelah musim mangga berakhir.

Karena masih skala industri rumah tangga, maka proses yang dilakukannya sangat sederhana dengan peralatan seadanya. Namun industri ini merupakan salah satu potensi yang sangat besar. Masih diperlukan upaya pembelajaran bagi masyarakat untuk mengembangkannya secara masal dan didukung pemasaran yang lebih luas.
Berapakah uang yang diperoleh rumah tangga Bapak Acang dari usaha ini? Mari kita lihat tabel analisis usahanya.
No
Uraian
Jan
Feb
Mar
Apr
Mei
Jun
Jul
Aug
Sep
Okt
Nop
Des
Jumlah
A
Penerimaan
4000
4000
4000



4000
4000
4000
4000
4000
4000
 36,000 
B
Pengeluaran














1. Bahan Baku
1000
1000
1000



1000
1000
1000
1000
1000
1000
   9,000 

2. Bahan Pembantu
200
200
200



200
200
200
200
200
200


2. Transportasi
100
100
100



100
100
100
100
100
100
      900 

3. Listrik
50
50
50



50
50
50
50
50
50
      450 

4. Air
20
20
20



20
20
20
20
20
20
      180 

5. Tenaga Kerja
1200
1200
1200



1200
1200
1200
1200
1200
1200
 10,800 

Jumlah Biaya
2570
2570
2570
0
0
0
2570
2570
2570
2570
2570
2570
 23,130 

Penerimaan Bersih
1,430 
1,430 
1,430 
1,430 
1,430 
1,430 
1,430 
1,430 
1,430 
12,870 

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa hasil yang diperoleh dari pembuatan dodol adalah sebesar 12,87 juta rupiah per tahun. Dengan demikian dalam sebulan rata-rata diperoleh 1.1 juta rupiah. Ada beberapa bulan yang kosong yaitu bulan April, Mei dan Juni dimana tidak ada bahan baku mangga karena bukan musimnya. Data ini memperlihatkan peluang usaha dodol mangga cukup potensial untuk dikembangkan lebih lanjut.
Dari seluruh uraian di atas, maka kita dapat menghitung berapa sebenarnya total perkiraan pendapatan bulanan dalam satu tahun yang akan diperoleh Bapak Acang? Mari kita lihat tabel dan gambar berikut:

Jumlah Penerimaan 
Bersih Seluruh Usaha
Jan
Feb
Mar
Apr
Mei
Jun
Jul
Aug
Sep
Okt
Nop
Des
Jumlah
3,145
3,145
(855)
2,265
(3,585)
3,665
3,095
6,595
17,145
16,820
18,845
20,145
90,425

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa jumlah penerimaan bersih yang diperkirakan akan didapat rumah tangga Bapak Acang adalah sebesar 86,1 juta rupiah dalam setahun. Sedangkan rata-rata penerimaan bersih per bulannya adalah 7,53 juta rupiah. Harus diperhatikan bahwa terdapat tiga bulan yang tidak menghasilkan uang, yaitu bulan Februari, Maret dan Mei, karena pada masa itu sumber pendapatan utama yaitu usahatani mangga gedong gincu tidak menghasilkan. Bulan dengan pendapatan negatif tersebut disebut MUSIM PACEKLIK. Pada bulan-bulan inilah sangat dirasakan perlunya perencanaan keuangan rumah tangga di pedesaan yang menggantungkan kehidupannya pada usahatani komoditas musiman. Oleh karena itu diperlukan perencanaan yang matang dalam hal penggunaan uang untuk keperluan hidup sehari-hari. Jangan sampai rumah tangga pedesaan jatuh kepada masalah hutang yang melilit sampai membuat bangkrut.
Pada saat terjadi kelebihan uang, misalnya pada bulan Januari, April, Juni sampai dengan Desember, maka kita tidak boleh menghabiskan uang itu. Karena ada kebutuhan untuk modal usahatahun berikutnya dan ada kebutuhan untuk biaya rumah tangga sehari-hari. 
Dari hasil pendapatan bersih yang diperoleh Bapak Acang, maka jumlah yang dapat digunakan rumah tangganya adalah setelah dikurangi kebutuhan untuk biaya usahatani. Dari sisa itulah Bapak Acang baru dapat menggunakan uangnya untuk keperluan rumah tangganya, agar usahanya tetap berlangsung dan keuangan untuk rumah tangganya tetap aman.
Berapa jumlah uang yang harus dicadangkan untuk usahataninya? Mari kita hitung.

No.
Uraian
Jumlah
Rp x 1000
1
Jumlah Pendapatan Bersih Tahun ini:
90.425
2
Jumlah Cadangan untuk Biaya Usahatani Tahun Berikutnya
30.805
3
Sisa uang yang dapat digunakan
59.620

Keterangan:
a.    Jumlah cadangan untuk biaya usahatani tahun berikutnya diperoleh dari penjumlahan komponen biaya sebagai berikut:
1.    Biaya usahatani  mangga gedong gincu bulan Januari-Juli
2.    Biaya usahatani mangga arumanis bulan Januari  Juli
3.    Biaya usaha ternak domba bulan Januari-Februari
4.    Biaya operasional warung dan industri dodol bulan Januari
b.    Mengapa cara perhitungannya seperti di atas?
1.    Karena usahatani mangga belum menghasilkan dari bulan Januari sampai Juli sehingga masih harus disediakan selama periode tersebut
2.    Usaha ternak domba baru memberikan hasil pada bulan Maret, sehingga biaya pakan, pemeliharaan dan tenaga kerjanya harus dipasok dari tahun sekarang.
3.    Warung dan industri dodol mangga memiliki proses produksi yang pendek sehingga cukup disediakan biaya cadangan untuk satu bulan.

Naaaah….. sudah cukup jelas bukan???

Kalau setiap rumah tangga memiliki analisis rencana keuangan seperti ini dijamin tidak akan menghadapi kesulitan keuangan yang berarti. Mengapa demikian???? 
Karena………
Semua sudah direncanakan dengan baik, dan untuk keperluan usaha sudah disediakan cadangannya.
Jadi uang yang dapat digunakan untuk keperluan hidup sehari-hari adalah sebesar 59,62 juta rupiah per tahun. Eiitt tunggu dulu!!! Jangan lupa bayar zakat dulu yaaa.Cuma sebesar 2,5% dari total pendapatan bersih sebelum dibuat cadangan Biar rizki kita halal dan barokah Ingat zakat itu adalah kewajiban setiap muslim. Jadi berapa doong untuk zakat??? Cuma 1,49 juta rupiah. Dengan demikian sisa uang halal yang dapat digunakan adalah sebesar 58,1 juta rupiah atau 4,8 juta rupiah per bulan. Mudah-mudahan Allah SWT selalu melindungi kita.
Tapiiii kalau semuanya digunakan untuk kebutuhan hidup tentu kita tidak dapat menabung yaaa.
Kalau begitu kita sisihkan dulu ya untuk menabung.. Mari kita menabung.. Desa kita sudah punya Lembaga Keuangan Mikro. Kita sisihkan dana kita untuk keperluan sunatan dan pernikahan anak Bapak Acang, dan untuk keperluan mendadak lain di masa depan. Berapa seharusnya kita sisihkan untuk menabung? Tergantung Bapak Acang tentunya.
OK. Bapak Acang telah menetapkan akan menabung sebesar 10,1 juta rupiah. Mengapa kok angkanya nanggung? Jawaban Bapak Acang: Biar mudah menghitung biaya untuk pengeluaran bulanan. Jadi Bapak Acang telah menetapkan pagu anggaran bulanan rumah tangga sebesar Rp 4 juta. Naaah inilah uang yang boleh digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari.
Apa sajakah kebutuhan hidup sehari-hari dan bagaimanakah cara merencanakannya? Kita teruskan di bagian berikut: Menyusun rencana pengeluaran bulanan rumah tangga dalam satu tahun.

3.    Daftar Rencana Pengeluaran Rumah Tangga Bulanan Dalam Satu Tahun
Seperti pembahasan pada bagian sebelumya, di bagian ini kita akan menyusun Daftar Rencana Pengeluaran Rumah Tangga Bulanan. Kegiatan penyusunan ini harus dibuat bersama oleh seluruh anggota keluarga, yaitu orang tua (Ibu dan Bapak Acang) sebagai pemimpin rumah tangga dan anak sebagai anggota rumah tangga.

Mengapa harus melibatkan semua pihak?
Karena tidak semua orang akan hapal dan menguasai seluk beluk pengeluaran. Jika disusun oleh semua orang yang ada dalam rumah tangga, maka semuanya akan ikut bertanggungjawab dalam menentukan berapa jumlah uang yang harus digunakan setiap bulan dengan anggaran tetap yaitu sebesar 4 juta rupiah per bulan.

Sebelum menyusun daftar rencana pengeluaran, sebaiknya Bapak Acang menyusun bersama MENU pengeluaran. MENU tersebut diperlukan untuk mempermudah dalam pengisian daftar anggaran belanja rumah tangga setiap bulannya.

MENU Belanja Bulanan Rumah Tangga
No.
Kelompok Kebutuhan
Jenis Pengeluaran
Rencana Alokasi
Keterangan
A
Kebutuhan Pokok Makanan
1. Beras
Setiap bulan 45 kg
45 x Rp 7000/kg=Rp. 315 ribu/bulan
2. Gula &kopi
Setiap bulan
Rp. 200 ribu/bulan
3. Susu
Setiap Bulan
Rp. 150 ribu/bulan
4. Daging sapi
Setiap Bulan (4x)
4 x Rp70000= Rp 280000/bulan
5. Ikan segar
Setiap Bulan (4x)
4 x Rp25000= Rp 100000/bulan
6. Ikan asin
Setiap bulan
Rp.150 ribu/bulan
7. Buah
Setiap bulan
Rp 50ribu/bulan
8. Sayuran
Setiap bulan
Rp. 240 ribu/bulan
9. Bumbu &garam
Setiap bulan
Rp 50ribu/bulan
B
Pakaian
Bapak
Bulan September
Menjelang lebaran
Ibu
Bulan September
Menjelang lebaran
Anak 1
Bulan September
Menjelang lebaran
Anak 2
Bulan September
Menjelang lebaran
Anak 3
Januari, Juli, September 
Jelang lebaran dan awal sekolah
Anak 4
Januari, Juli, September 
Jelang lebaran dan awal sekolah
C
Pendidikan
Anak 3
Januari, Juli, & Bulan lain
Masih sekolah di SMA
Anak 4
Januari, Juli, & Bulan lain
Masih sekolah di SD
D
Sosial  dan keagamaan
Hajatan & Perkawinan
Setiap bulan
Alokasi Rp 200ribu/bulan
Sodakoh
Setiap bulan
Alokasi Rp 100ribu/bulan
Sumbangan kematian
Setiap bulan
Alokasi Rp 100ribu/bulan
Sumbangan sosial lain
Setiap bulan
Alokasi Rp 50ribu/bulan
Persiapan Iedul Fitri
September
Alokasi Rp 2 juta
A
Rumah
1. Perbaikan ringan
Setiap bulan
Perkiraan Rp 100ribu/bulan
2. Membeli lap rumah
Bulan Maret
Rp 50ribu
3. Membeli alat pel lantai
Bulan Maret
Rp 150ribu
4. Ganti kompor gas
Bulan April
Yang ada hampir rusak Rp 450ribu
B.
Gas, Listrik, Air, Komunikasi
1. Gas 3 kg
6 kali sebulan
Beli di warung sendiri Rp 15000
2. Listrik
Setiap bulan
Dibayarkan di  desaRp 45.000
3. Air
Setiap bulan
Iuran air desaRp 15.000
4. Pulsa Telepon Bapak 
Setiap bulan
Rp. 50000
5. Pulsa Telepon Ibu
Setiap bulan
Rp. 50000
C.
Pajak
1. PBB Rumah
September
Hanya PBB Rumah Rp 70000
2. Pajak Sepeda Motor
Desember
200000

Setelah diperoleh daftar apa saja yang harus disediakan uangnya, maka kita dapat membuat tabel belanja bulanan rumah tangga menjadi tabel rencana pengeluaran bulanan dalam satu tahun seperti berikut..

Tabel Rencana Pengeluaran Bulanan
Jenis Pengeluaran
Jan
Feb
Mar
Apr
Mei
Jun
Jul
Agu
Sep
Okt
Nov
Des
1.       Beras
315
315
315
315
315
315
315
315
315
315
315
315
2.       Gula dan kopi
200
200
200
200
200
200
200
200
200
200
200
200
3.       Susu
150
150
150
150
150
150
150
150
150
150
150
150
4.       Daging sapi
280
280
280
280
280
280
280
280
280
280
280
280
5.       Ikan segar
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
6.       Ikan asin
150
150
150
150
150
150
150
150
150
150
150
150
7.       Buah
50
50
50
50
50
50
50
50
50
50
50
50
8.       Sayuran 
240
240
240
240
240
240
240
240
240
240
240
240
9.       Bumbu dan garam
50
50
50
50
50
50
50
50
50
50
50
50
10.   1Pakaian Bapak








400



11.   Pakaian  Ibu








400



12.   Pakaian  Anak 1








400



13.   Pakaian  Anak 2








400



14.   Pakaian  Anak 3








600



15.   Pakaian Anak 4








600



16.   Pendidikan Anak 3
800
300
300
300
300
300
300
300
800
300
300
300
17.   Pendidikan Anak 4
800
300
300
300
300
300
300
300
800
300
300
300
18.   Hajatan & Perkawinan
200
200
200
200
200
200
200
200
200
200
200
200
19.   Sodakoh 
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
20.   Sumbangan kematian
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
21.   Sumbangan sosial lain
50
50
50
50
50
50
50
50
50
50
50
50
22.   Persiapan Iedul Fitri








2000



23.   Perbaikan ringan
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
24.   Membeli lap rumah


50









25.   Membeli alat pel lantai


15









26.   Ganti kompor gas



450








27.   Gas 3 kg
90
90
90
90
90
90
90
90
90
90
90
90
28.   Listrik
45
45
45
45
45
45
45
45
45
45
45
45
29.   Air
15
15
15
15
15
15
15
15
15
15
15
15
30.   Pulsa Telepon Bapak 
50
50
50
50
50
50
50
50
50
50
50
50
31.   Pulsa Telepon Ibu 
50
50
50
50
50
50
50
50
50
50
50
50
32.   PBB Rumah








70



33.   Pajak Sepeda Motor








0


200
A.    Rencana Pengeluaran
3935
2935
3000
3385
2935
2935
2935
2935
8805
2935
2935
3135
B.      Alokasi Bulanan
4000
4000
4000
4000
4000
4000
4000
4000
4000
4000
4000
4000
C.      Saldo Ahir Bulan 
65
1130
2130
2745
3810
4875
5940
7005
2200
3265
4330
5195
Dari tabel di atas terlihat bahwa hasil penghematan besar-besaran menyebabkan rumah tangga Bapak Acang masih memiliki sisa uang di akhir tahun sebesar 5,2 juta rupiah. Dengan demikian maka sisa penghematan tersebut masih dapat digunakan untuk tabungan di tahun berikutnya.
Ternyata kita masih dapat menghemat keuangan kita jika kita merencanakannya dengan baik dan melakukan upaya pengurangan belanja yang tidak penting. 
Bagian paling bawah dari tabel di atas menunjukkan perhitungan saldo akhir bulan. Cara menghitungnya adalah sebagai berikut:
Saldo akhir bulan ini (C1)        =    Alokasi Bulanan Bulan Ini (B1) (dikurangi) Rencana Pengeluaran bulan ini (A1), 
Atau secara Ringkas sebagai berikut:

C1 = B1 A1

Saldo akhir bulan depan (C2)= Alokasi Bulanan Bulan Depan (B2) (dikurangi) Rencana Pengeluaran bulan depan(A2) (ditambah) saldo akhir bulan ini (C1),
Atau secara Ringkas sebagai berikut:

C2 = B2A2 + C1

Begitu seterusnya…… sampai kita peroleh saldo akhir tahun yang berarti dapat dihitung dari deretan C1 sampai dengan C12.
Orang-orang modern atau para ahli keuangan mengatakan bahwa tabel di atas disebut sebagai tabel cash flow alias arus tunai.
Mengapa kita perlu membuat cash flow?
Karena manusia memiliki keterbatasan dalam mengingat hal-hal yang rinci, terlebih lagi mengenai uang. Dengan cash flow ini setidaknya kita mudah menelusuri kembali apa yang sudah direncanakan, bagaimana realisasinya, kesalahan apa yang sudah kita perbuat dan bagaimana cara memperbaiki posisi keuangan kita di masa datang.
Pelajaran yang diperoleh dari cash flow tersebut akan membuat perencanaan keuangan kita semakin mendekati kenyataan. Tentunya dengan syarat bahwa kita harus selalu memegang teguh rencana yang telah dibuat dengan realisasinya.
Jadi pada intinya, dalam perencanaan keluarga diperlukan keteguhan terhadap rencana yang telah dibuat dan pelaksanaan penggunaan keuangannya .
Dengan keteguhan pada rencana, Insya Allah kondisi keuangan keluarga pada setiap akhir tahun yang telah diperhitungkan tidak akan pernah bernilai kurang dari NOL. Karena jika kurang dari NOL, maka artinya kita memiliki hutang....


Bagian 4
Menuju Masa Depan Keuangan Kita

Di bagian terdahulu sudah diuraikan mengenai bagaimana kita harus menahan diri dari keinginan untuk menghabiskan uang. Kita diharapkan untuk selalu menggunakan uang secara bijak, rasional dan proporsional. Kita juga harus mengutamakan kebutuhan daripada keinginan. Artinya bahwa kita harus selalu menentukan skala prioritas atau yang utama. Setelah itu kita diajak untuk membuat perencanaan penggunaan uang di rumah tangga kita.

Di bagian ini kita diajak untuk memulai kebiasaan baik mengenai penggunaan uang dan tujuannya di masa depan. 

Pertama:
Mencermati dan Mengkaji Tujuan Keuangan MasaDepan
*Anggaplah tujuan keuangan yang telah ditetapkan pada Bagian 3 sebagai peta jalan bagi masa depan keuangan yang ingin kita capai.Tujuan keuangan yang membuat kita tetap maju di jalur yang kita buat sendiri ke arah kehidupan yang ingin kita miliki, sekarang dan nanti.
*Tujuan keuangan (tujuan apapun dalam hal ini) didasarkan pada prioritas yang telah kita buat. Tentu saja,sebagai manusia ada beberapa prioritas dasar yang kita semua anggap sebagai masalah kelangsungan hidup sederhanatermasuk air, makanan dan tempat tinggal. Jadi, prioritas keuangan pertama harus mendukung prioritas kelangsungan hidup.

Kedua:
Membuat langkah strategis untuk mencapai tujuan
*Langkah strategis yang dimaksud dalam hal ini adalah membuat terobosan-terobosan nyata agar kelangsungan hidup seperti disebut di atas dapat dicapai dengan mudah, sedikit resiko dan menghasilkan apa yang dituju.
*Contoh langkah strategis yang dibuat oleh Bapak Acang adalah dengan membuat diversifikasi usaha. Bapak Acang memilih dan melaksanakan berbagai usaha selain usahatani sebagai induknya. Tujuan membuat berbagai macam usaha tersebut adalah untuk mempertahankan ketersediaan uang bagi rumah tangganya di masa depan.
*Ada berbagai cara strategis lainnya yang dapat dilakukan dan tentunya berbeda bagi setiap orang. Silakan memilih, selama hasil yang diperoleh sesuai dengan upaya yang telah dilakukan. Yang penting adalah, halal, tidak melawan hukum, resiko dapat dengan mudah ditangani dan tidak membuat kondisi keuangan kita terbengkalai.

Ketiga:
Tinjaulah kembali dan kaji ulang rencana keuangan yang sudah dibuat.
Sebulan setelah perencanaan keuangan yang kita buat dilaksanakan, kita harus meninjau dan mengkaji kembali:
*         Apakah sudah sesuai dengan tujuan keuangan kita? 
*         Apakah banyak hal yang belum dimasukkan dalam rencana kita? 
*         Apakah ketersediaan uang dapat dijamin di bulan berikutnya?
*         Apakah akan terjadi kekurangan?
*         Darimana kita akan memenuhi jika terjadi kekurangan?
*         Apakah rencana yang sudah dibuat dapat dipertahankan untuk bulan selanjutnya?
*         Apakah rencana tersebut dapat dipertahankan dalam setahun?
*         Bagaimana dengan tahun-tahun berikutnya.
Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat dijawab oleh kita sendiri dengan pengalaman kita sendiri. Dasar acuan pada Bagian 1 dan Bagian 2 dapat digunakan sebagai bahan pembanding.

Keempat:
Renungkanlah langkah-langkah pengelolaan keuangan yang telah kita lakukan

Setelah tiga bulan sampai satu tahun kita lakukan pengelolaan sesuai dengan petunjuk yang telah dibuat, renungkanlah.
*       Apakah sudah ada perubahan mengenai gaya hidup kita?
*       Apakah sudah ada perubahan ke arah penggunaan keuangan yang lebih efisien?
*       Apakah sudah mampu memilih dan memilah pengeluaran sesuai prioritas dan kebutuhan?
*       Apakah masih diperlukan pelatihan dan pembelajaran dari pihak lain?
*       Bagimana dengan hasil usaha yang kita miliki, apakah sudah mampu memenuhi segala kebutuhan keuangan kita?
Setelah direnungkan, jika terjadi kesalahan ambillah langkah perbaikan secepatnya. Jangan berbuat kesalahan yang sama dan jadikan kesalahan yang terjadi sebagai pelajaran berharga.

Kelima, Terakhir dan Utama:
*Bersukurlah selalu kepada Allah SWT. Karena kepada Dia-lah kita semua akan kembali.
*Bersyukurlah atas semua nikmat dan berkah yang dianugrahkan-Nya kepada kita semua.
*Agar kita tetap bahagia dengan rizki yang kita miliki, perbanyaklah berbagi. Perbanyaklah shodakoh kalau kita memiliki kelebihan rizki dibanding orang di sekitar kita. Kita harus yakin bahwa dengan memperbanyak shodakoh, amal zariyah, memberi sumbangan atau pemberian bentuk lain akan selalu menambah rizki kita dan bukan menguranginya. 

Semoga bermanfaat

JANGAN LUPA LIKE AND SHARE JIKA BERMANFAAT





[2] Bapak Acang adalah nama imajiner yang tidak pernah ada hubungannya dengan siapapun dalam tulisan ini. Jikalau ada nama yang sama, itu hanyalah kebetulan saja. Dalam hal ini rumah tangga Bapak Acang juga merupakan sebuah model rumah tangga virtual yang digunakan hanya untuk memudahkan proses penyerapan ilmu pengetahuan.
[3] Semua angka yang tercantum dalam tabel penerimaan dan pengeluaran usahatani merupakan angka perkiraan yang didasarkan pada pengetahuan dan pengalaman penulis dan data rata-rata hasil investigasi di Desa, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka selama tahun 2012, mengingat pada tahun 2013 terjadi gagal panen mangga disebabkan oleh serangan hama, penyakit dan perubahan cuaca ekstrim.

Komentar